Membuat Prompt yang Lebih Kuat
Memakai contoh, klarifikasi, dan tahapan agar output lebih bisa dinilai.
Memakai contoh, klarifikasi, dan tahapan agar output lebih bisa dinilai.
Progress tersimpan di browser dan perangkat ini.
3.4 Before vs after
Prompt awal
Bikinin email follow-up klien.AI mungkin membuat email yang terlalu formal, terlalu panjang, atau salah konteks.
Prompt revisi
Konteks:
Aku sudah mengirim proposal desain kemasan ke calon klien UMKM tiga hari lalu. Mereka belum membalas. Hubungan kami ramah dan belum pernah bertemu langsung.
Instruksi:
Tulis email follow-up yang menanyakan apakah mereka sempat meninjau proposal dan menawarkan waktu diskusi.
Format:
Subjek + isi email 80–120 kata.
Finishing:
Tone hangat dan profesional. Jangan menekan, jangan memberi diskon, dan jangan menganggap proposal sudah disetujui. Tutup dengan dua opsi waktu: Selasa 14.00 atau Rabu 10.00 WIB.Prompt revisi bukan otomatis “10 kali lebih baik”. Ia lebih mudah dievaluasi karena hasil yang diinginkan terlihat jelas.
3.5 Minta AI bertanya dulu
Kamu tidak harus menebak semua konteks yang dibutuhkan. Minta AI melakukan klarifikasi.
Sebelum mengerjakan, ajukan maksimal 4 pertanyaan yang paling memengaruhi hasil. Jangan mulai membuat draft sampai aku menjawab.Pertanyaan yang bagus biasanya menyentuh:
- tujuan;
- audiens;
- bahan sumber;
- batasan;
- format;
- definisi sukses.
Kalau AI menanyakan data sensitif yang tidak diperlukan, jangan berikan. Ganti dengan informasi fiktif atau teranonim.
3.6 Contoh lebih kuat daripada kata sifat
“Tulis dengan bagus” kabur. “Tulis seperti contoh ini” memberi pola konkret.
Gunakan gaya seperti contoh berikut:
Contoh:
“Proposalnya sudah kami kirim hari Senin. Kalau ada bagian yang ingin dibahas, aku siap bantu jelaskan.”
Ciri yang harus dipertahankan:
- kalimat pendek;
- hangat;
- tidak mendesak;
- tanpa jargon.
Jangan salin isi contoh. Terapkan ciri gayanya pada email baru.Pastikan kamu punya hak untuk membagikan contoh tersebut. Jangan menempel dokumen klien atau karya berhak cipta panjang tanpa izin.
3.7 Pecah tugas besar menjadi tahap
Untuk pekerjaan kompleks, jangan meminta semuanya sekaligus jika kamu ingin kontrol.
Contoh membuat presentasi:
- Tujuan dan audiens: minta AI merangkum kebutuhan.
- Struktur: buat outline tanpa menulis seluruh slide.
- Review: cek urutan, celah, dan klaim.
- Draft: tulis slide per bagian.
- Verifikasi: cek fakta, angka, dan sumber.
- Finishing: rapikan tone dan panjang.
Prompt tahap pertama:
Aku perlu presentasi 10 menit untuk [audiens] tentang [topik]. Tujuannya [tujuan].
Sebelum membuat outline, ajukan pertanyaan tentang keputusan yang harus diambil audiens, pengetahuan awal mereka, dan bukti yang tersedia.Setelah dijawab:
Berdasarkan jawabanku, buat outline 7 slide. Untuk setiap slide, tulis satu pesan utama dan bukti yang dibutuhkan. Jangan mengarang angka. Tandai bagian yang belum punya sumber.Dengan tahapan, kamu bisa menghentikan kesalahan sebelum menyebar ke seluruh output.