Empat Konteks dan Tiga Persona
Memetakan use case ke konteks sekolah, kerja, pribadi, atau bisnis.
Memetakan use case ke konteks sekolah, kerja, pribadi, atau bisnis.
Progress tersimpan di browser dan perangkat ini.
4.3 Peta empat konteks
Use case yang sama dapat dipakai di konteks berbeda, tetapi izin, data, dan definisi suksesnya berubah.
| Konteks | Contoh bantuan AI | Batas yang perlu dijaga |
|---|---|---|
| Sekolah atau kampus | Tutor pribadi, latihan soal, outline, feedback draft | Aturan dosen, integritas akademik, sitasi, dan jangan meminta AI mengerjakan penilaian yang seharusnya dikerjakan sendiri |
| Pekerjaan | Email, meeting notes, presentasi, analisis data ringan | Kebijakan organisasi, data internal, approval pemilik keputusan, dan akurasi angka |
| Kehidupan pribadi | Planning, belajar skill, membandingkan pilihan, merapikan catatan | Privasi diri dan keluarga, tidak menggantikan profesional untuk keputusan medis, hukum, atau finansial berisiko tinggi |
| Bisnis atau usaha | FAQ, ide konten, klasifikasi feedback, draft SOP | Data pelanggan, klaim pemasaran, hak cipta, otorisasi, dan review sebelum publikasi atau tindakan |
Pertanyaan utamanya tetap sama:
Apa tugasnya, data apa yang masuk, siapa yang memeriksa, dan kapan hasil tidak boleh dipakai?
4.4 Tiga studi kasus persona Indonesia
Sari, owner toko fashion online
Situasi: Sari menghabiskan banyak energi untuk membuat caption produk. Ia ingin membuat batch konten, tetapi katalog memuat harga, stok, bahan, dan ukuran yang sering berubah.
Workflow yang aman:
- Sari membuat tabel produk yang hanya memuat informasi publik.
- Ia memilih tiga produk untuk pilot, bukan langsung seluruh katalog.
- AI membuat tiga angle per produk.
- Sari mengecek harga, bahan, ukuran, tone, dan klaim.
- Ia memilih satu angle lalu meminta variasi channel.
- Caption dijadwalkan setelah review manual.
Prompt:
Konteks:
Aku menjual fashion wanita secara online. Audiensku perempuan usia 22–34 tahun yang mencari outfit kerja praktis. Fakta produk ada di tabel di bawah dan semuanya boleh dipublikasikan.
Instruksi:
Buat 3 angle konten untuk setiap produk. Setiap angle harus fokus pada situasi pemakaian yang berbeda.
Format:
Tabel: produk, angle, hook, isi maksimal 70 kata, CTA.
Finishing:
Jangan mengarang bahan, ukuran, stok, diskon, atau klaim kenyamanan. Gunakan hanya fakta pada tabel. Tandai sel yang informasinya kurang.Checkpoint manusia: informasi produk dan visual harus cocok dengan barang nyata.
Dimas, staf marketing
Situasi: Dimas perlu membuat laporan bulanan. Datanya sudah ada, tetapi ia sering menghabiskan waktu merapikan narasi.
Workflow:
- Dimas menghapus data personal dan memakai agregat yang diizinkan.
- Ia menentukan tiga pertanyaan laporan.
- AI memeriksa definisi metrik dan kekosongan.
- AI membuat outline, bukan kesimpulan final.
- Dimas memverifikasi angka ke dashboard asli.
- AI membantu menyederhanakan bahasa setelah angka terkunci.
Prompt:
Gunakan hanya data agregat di bawah. Jangan menghitung metrik baru sebelum menjelaskan rumusnya.
Buat outline laporan bulanan dengan bagian: ringkasan, perubahan utama, hipotesis yang perlu diuji, risiko interpretasi, dan tindakan berikutnya.
Pisahkan observasi dari hipotesis. Jangan menyatakan sebab-akibat jika data hanya menunjukkan korelasi.Checkpoint manusia: semua angka dan definisi metrik harus dicocokkan dengan sumber asli.
Rina, mahasiswa S1
Situasi: Rina bingung mempersempit topik skripsi. Ia tidak ingin AI menulis skripsinya.
Workflow:
- Rina membaca pedoman akademik dan aturan penggunaan AI.
- Ia menjelaskan minat, program studi, dan batas akses data.
- AI membantu membuat pertanyaan eksplorasi.
- Rina mencari literatur melalui database resmi.
- AI boleh membantu membandingkan abstrak yang sudah ia kumpulkan.
- Semua sitasi dibuka dan diverifikasi.
Prompt:
Aku mahasiswa [program studi] yang tertarik pada [tema]. Aku hanya punya akses ke [jenis data].
Jangan menulis judul final atau mengarang referensi. Ajukan 10 pertanyaan untuk mempersempit topik berdasarkan populasi, konteks, variabel, kelayakan data, dan kontribusi.
Setelah aku menjawab, bantu membuat 3 alternatif pertanyaan penelitian beserta risiko kelayakannya.Checkpoint manusia: dosen pembimbing, pedoman kampus, sumber akademik asli, dan disclosure penggunaan AI.