- September 2024 · Los Angeles
Matthew Gallagher, umur 41. Bukan dokter, bukan anak sultan, nggak punya kantor. Dari rumahnya dia bikin Medvi, bisnis online layanan obat penurun berat badan. Modalnya $20 ribu.
- Timnya?
Dua orang. Dia dan adiknya. Bisnis segede ini biasanya butuh ratusan karyawan.
- Terus yang Ngerjain Sisanya Siapa?
Website & aplikasinya, tulisan iklan, gambar & video promo, sampai balas chat customer: dikerjain bareng AI. Dokter, apotek, dan pengiriman? Mereka sewa partner yang udah punya semuanya.
- Setahun Kemudian
Penjualan 2025: $401 juta, sekitar Rp6,6 triliun. Ini angka yang udah kejadian.
- Dan Tahun Ini
Targetnya hampir Rp30 triliun. Masih proyeksi, tapi arahnya jelas: dua orang + AI bisa ngerjain kerjaan yang dulu butuh satu gedung.
Tapi aku harus jujur sama kamu
Medvi juga lagi kena banyak masalah:
- FDA · Feb 2026
Dapat surat peringatan dari regulator obat Amerika soal klaim produknya.
- Iklan · 2025–26
Dituduh pakai foto before-after hasil AI (deepfake) dan akun “dokter” palsu.
- Gugatan · Mar 2026
Digugat ramai-ramai soal spam iklan dari affiliate-nya.
Kenapa ini ikut aku ceritain? Karena di sini pelajaran pentingnya:
AI itu pengali, bukan pengganti otak. Yang dikali kreativitas & kerja keras, hasilnya meledak. Yang dikali jalan pintas, masalahnya juga ikut meledak.
Jadi pesannya bukan "tiru Medvi". Pesannya: yang udah tahu AI bisa sejauh ini bakal jalan lebih cepat dari yang belum. Kamu mau di posisi yang mana?